Skip to main content
x
Banjir Bandang Ancam Ribuan Hektare Sawah di Kota Padang, 02/12/2025 (Frengki/Mediasinardunia.com)

Banjir Bandang Ancam Ribuan Hektare Sawah di Kota Padang

Sumatera Barat, Mediasinardunia.com - Ribuan hektare sawah di Kota Padang terancam kekeringan akibat banjir bandang yang terjadi pada Jumat (28 November) lalu. Kekeringan ini disebabkan oleh rusaknya bendungan besar di Kota Padang.
 
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa 2.912,15 hektare sawah yang terancam kekeringan tersebar di Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Kuranji, sebagian Kecamatan Lubuk Kilangan, Kecamatan Nanggalo, Kecamatan Padang Timur, serta sebagian Kecamatan Pauh. Luas sawah eksisting di Kota Padang adalah 4.358 hektare, yang berarti lebih dari 50 persen sawah di Kota Padang berpotensi mengalami kekeringan.
 
“Benar, akibat bencana kemarin, ada dua irigasi bendungan besar yang rusak, yaitu di Koto Tuo dan Gunung Nago,” ujar Yuliani saat dikonfirmasi oleh tim investigasi media pada Selasa (2 Desember).
 
Bendungan Koto Tuo terletak di Koto Tangah. Di bendungan ini terdapat intake dengan jalur ke kanan dan ke kiri. Saat ini, kondisi intake tersebut mengalami kerusakan berat.
 
“Intake tersebut jebol sehingga tidak dapat mengairi sawah,” jelas Yuliani. Akibatnya, sekitar 900 hektare sawah di Koto Tangah terdampak, sementara luas sawah di kecamatan tersebut adalah 1.200 hektare. Diperkirakan, dalam beberapa hari ke depan, seluruh sawah di kecamatan tersebut akan mengalami kekeringan karena tidak dapat diairi.
 
Kondisi serupa juga terjadi pada bendungan irigasi di Gunung Nago. Intake ke jalur kanan yang mengairi sawah di Kecamatan Nanggalo, sebagian Kelurahan Gunung Sarik, Kelurahan Sungai Sapih, Kelurahan Kalumbuk, dan Kelurahan Korong Gadang juga jebol.

Nasional

Begitu juga intake Gunung Nago ke jalur kiri yang mengairi sawah Kelurahan Piai Tangah, Kelurahan Pisang, sebagian Kelurahan Binuang Kampung Dalam, sebagian Cupak Tangah, serta sawah di sebagian Kecamatan Padang Timur, sebagian Kecamatan Kuranji, dan tiga kelurahan di Kecamatan Lubuk Begalung.
 
“Melalui Irigasi Gunung Nago ini, sawah yang terdampak kekeringan akan lebih luas lagi, kurang lebih 2.000 hektare,” imbuh Yuliani.
 
Dinas Pertanian Kota Padang telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) V untuk mengatasi kondisi ini. Kelompok Tani di Kecamatan Koto Tangah meminta bantuan pompa besar agar air dapat mengalir kembali, mengingat banyak tanaman padi yang baru tumbuh. Namun, BWS V menyarankan agar Dinas Pertanian tidak menggunakan pompa besar karena akan menimbulkan biaya operasional yang besar.
 
“Saran dari BWS V adalah dibuat batu bronjong agar air dapat masuk. Sementara untuk bendungan di Koto Tuo dan Gunung Nago, kewenangannya ada di Provinsi (Pemprov Sumbar). Nantinya, Dinas PUPR Kota Padang yang akan berkoordinasi langsung,” kata Kepala Dinas Pertanian Padang.
 
Di sisi lain, Intan juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 357 hektare sawah yang mengalami puso (gagal panen), termasuk di Kelurahan Kuranji yang terbenam lumpur. Diperkirakan, puso akan meluas ke daerah lain akibat dampak kekeringan yang membuat tanaman padi tidak berkembang.
 
Dinas Pertanian mencatat, sejumlah lahan sawah yang tidak terdampak kekeringan berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung seluas 650 hektare, dan Kecamatan Lubuk Begalung yang aman dari banjir bandang karena 75 persen sumber airnya berasal dari hulu Lubuk Peraku.