Bupati Lebong Sampaikan Apresiasi Kepada Dewi Coryati Yang Telah Memperjuangkan Beasiswa Program Indonesia Pintar
Lebong, Mediasinardunia.com - Momen istimewa terjadi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Lebong, Senin (25/11), ketika ribuan pelajar dari jenjang SD hingga SMP di Kabupaten Lebong menerima kabar gembira: mereka telah terpilih sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi yang disalurkan langsung oleh Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN, Hj. Dewi Coryati, bersama Bupati Lebong, Kopli Ansori.
Program beasiswa ini merupakan PIP non-reguler yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai bentuk komitmen nyata untuk mendorong kemajuan pendidikan di daerah. Penyerahan SK dilakukan secara simbolis kepada kepala sekolah dari berbagai penjuru Kabupaten Lebong.
Dalam acara tersebut, hadir pula Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lebong, Elvian Komar, serta ribuan guru yang menyambut baik penyaluran bantuan ini.
Bupati Kopli Ansori menyampaikan apresiasinya kepada Hj. Dewi Coryati yang telah memperjuangkan beasiswa ini bagi para pelajar di Lebong. Namun, di sisi lain, ia menyayangkan belum adanya pengusulan PIP tahap 2 untuk jenjang SLTA dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Padahal ada 2.000 hingga 3.000 siswa SMA/SMK yang berhak menerima bantuan tersebut. Sayang sekali, karena ini menjadi kewenangan Pemprov,” ungkap Bupati Kopli.
Ia juga menegaskan pentingnya integritas dalam penyaluran bantuan pendidikan ini. “Jangan ada yang menyalahgunakan program PIP. Jika ditemukan ada oknum guru yang coba bermain-main, laporkan! Kami akan bertindak tegas,” tegasnya.
Sementara itu, Dewi Coryati menjelaskan bahwa beasiswa yang disalurkan merupakan tambahan dari program reguler, khusus ditujukan untuk siswa yang belum pernah menerima bantuan sebelumnya. Ia juga menyoroti peran aktif Bupati Kopli sebagai salah satu alasan mengapa Kabupaten Lebong menjadi daerah dengan jumlah penerima PIP aspirasi terbanyak.
“Ini tidak terlepas dari dukungan kuat dari Pak Bupati. Kami ingin pendidikan di Lebong terus maju, dan anak-anak kita tidak putus sekolah hanya karena masalah biaya,” tutur Dewi.
Ia juga menekankan bahwa program ini sejalan dengan upaya mewujudkan satu desa satu sarjana di Lebong—sebuah visi besar yang diharapkan mampu membawa perubahan jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Sebagai mitra Kemendikbud, saya akan terus berjuang demi kemajuan pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, dan pemerataan akses belajar di seluruh Indonesia,” pungkasnya.