Harga Emas di Puncak Rekor, Pakar Sarankan Strategi Ini Bagi Investor Pemula
Bengkulu, Mediasinardunia.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak sejarah baru pada perdagangan Senin (19/1/2026). Berdasarkan data resmi laman Logam Mulia, harga emas melonjak signifikan sebesar Rp40.000, membawa nilai jualnya menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di level Rp2.703.000 per gram.
Tren reli positif ini juga diikuti oleh harga pembelian kembali (buyback) yang naik sebesar Rp36.000 menjadi Rp2.545.000 per gram. Lonjakan harga domestik ini merupakan imbas langsung dari meroketnya harga emas dunia di pasar spot.
Pada Senin pagi, emas global terpantau melesat hingga menyentuh angka fantastis US$4.666,9 per troy ons. Penguatan ini dipicu oleh kombinasi ketidakpastian geopolitik global dan spekulasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang menekan nilai tukar dolar.
Kondisi tersebut diperparah dengan pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang kini bertengger di kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900. Hal ini memberikan tekanan naik pada harga emas ritel di dalam negeri, sehingga aset aman (safe haven) ini semakin diburu investor.
Para analis komoditas memprediksi kilau emas belum akan meredup pada triwulan pertama 2026. Lembaga keuangan global seperti Goldman Sachs dan JP Morgan bahkan telah merevisi target harga emas dunia ke rentang US$4.900 hingga US$5.000 per troy ons untuk tahun ini.
Secara domestik, harga emas Antam diprediksi memiliki ruang untuk menyentuh level psikologis baru di angka Rp2.900.000 per gram sebelum akhir Maret 2026, terutama jika tren pelemahan dolar berlanjut dan bank sentral dunia terus memborong cadangan emas.
Meskipun harga berada di puncak, minat investor ritel diperkirakan tetap tinggi akibat kekhawatiran terhadap inflasi dan volatilitas pasar saham. Namun, para pakar mengingatkan adanya potensi fluktuasi jangka pendek. Strategi investasi bertahap atau dollar cost averaging tetap disarankan bagi investor yang ingin masuk ke pasar di tengah harga yang melambung tinggi guna menjaga nilai aset jangka panjang.