Skip to main content
x
Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) berharap harga cabai rawit merah yang mengalami kenaikan dapat turun pada akhir Agustus 2024 karena telah dimulainya masa panen di sentra penghasil komoditas di Jawa Timur (Jatim). (Diky/mediasinardunia.com)

Masa Panen di Jatim, Bappenas Harapkan Harga Cabai Rawit Turun

Jawa Timur, Mediasinardunia.com - Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) berharap harga cabai rawit merah yang mengalami kenaikan dapat turun pada akhir Agustus 2024 karena telah dimulainya masa panen di sentra penghasil komoditas di Jawa Timur (Jatim).

I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bappenas, menyampaikan harapannya dalam acara "Investor Daily Talk" IDTV pada Kamis (15/8/2024). Menurutnya, penurunan harga cabai rawit merah diharapkan terjadi dengan dimulainya panen di Nganjuk (Jatim) dan beberapa sentra lainnya di Jawa Timur.

Astawa juga menegaskan bahwa Bappenas telah berkomunikasi langsung dengan para petani untuk mengatasi kenaikan harga cabai rawit merah yang dipicu oleh berakhirnya masa panen di beberapa wilayah. Meskipun tren penurunan harga cabai rawit sudah terlihat, namun masih dalam jumlah yang relatif kecil.

Di sisi lain, Astawa menyebut bahwa ketersediaan daging sapi masih cukup baik dengan harga yang stabil, berkisar antara Rp 135.000 hingga Rp 140.000 per kilogram. Namun, untuk bawang merah, terjadi penurunan harga di tingkat petani karena kelebihan pasokan. Produksi bawang merah di Kabupaten Brebes, Nganjuk, dan wilayah lainnya meningkat, sehingga harga di tingkat petani turun.

Bappenas bersama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), BUMN, dan BUMD melakukan koordinasi untuk melakukan penyerapan bawang merah di tingkat petani guna menjaga stabilitas harga dan mencegah penurunan harga yang terlalu dalam.