Skip to main content
x
Pemkot Bengkulu Optimis Raih Predikat Madya KLA Melalui Upaya Perbaikan dan Kolaborasi, 24/04/2025 (Ari/Mediasinardunia.com)

Pemkot Bengkulu Optimis Raih Predikat Madya KLA Melalui Upaya Perbaikan dan Kolaborasi

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Asisten I Pemkot Bengkulu, Eko Agusrianto, optimis penghargaan KLA (Kota Layak Anak) tahun ini akan naik tingkat. Pemkot Bengkulu telah melakukan berbagai upaya perbaikan, dan kota ini telah meraih gelar KLA Pratama sebanyak lima kali. Tahun ini, targetnya adalah meningkatkan status menjadi Madya.

"Kita sudah lima kali mendapatkan penghargaan KLA Pratama, sehingga semoga tahun ini kita bisa mencapai predikat Madya. Kami telah berusaha mengatasi berbagai kekurangan yang teridentifikasi dalam hasil evaluasi," ujar Eko.

Apa saja yang telah dilakukan untuk perbaikan tersebut? Eko menjelaskan bahwa Pemkot Bengkulu sedang berupaya untuk mewujudkan sekolah layak anak. Selain itu, mereka memberikan ruang perlindungan bagi anak, tempat bermain, serta perhatian terhadap kesehatan anak.

Eko percaya bahwa dengan kolaborasi semua instansi terkait, predikat Madya dapat diraih. 

"Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait harus berperan aktif dalam usaha ini. Misalnya, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DP3AP2KB, PU, Bapenda, dan lainnya," tambah Eko.

Pandangan serupa disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, dalam wawancara terpisah. Menurutnya, kekompakan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan adalah kunci untuk mencapai predikat Madya KLA.

Sahat menekankan pentingnya menjaga dan mengawasi anak-anak di mana pun mereka berada. 

"Seluruh pihak harus berkontribusi. Harapan kita juga mencakup camat, lurah, serta RT dan RW agar memberikan perhatian kepada anak-anak di Kota Bengkulu. Kita harus memulai dari keluarga sebagai kepala rumah tangga yang peduli terhadap anak-anak," ungkap Sahat.

Dia melanjutkan, terkait penilaian KLA, perlu ada peningkatan dari hari ke hari terkait bentuk perhatian terhadap anak-anak, kualitas hidup mereka, dan perlindungan dari pengaruh negatif.

"Jangan sampai ada anak yang dipekerjakan atau mengalami tekanan dari orang tuanya. Inilah yang harus kita dorong bersama," tegas Sahat.