Semangat Kebersamaan dan Persatuan dalam Pembukaan Festival Tabut 2025
Bengkulu, Mediasinardunia.com - Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, resmi membuka rangkaian Festival Tabut 2025. Festival Tabut 2025 merupakan perhelatan budaya yang telah menjadi ikon tahunan Provinsi Bengkulu, sekaligus warisan tak benda yang sarat nilai sejarah, religi, dan kearifan lokal. Tema tahun ini, "Bengkulu Mendunia", diharapkan dapat mengangkat citra Bengkulu ke kancah internasional.
Festival ini bukan sekadar perayaan tradisi; ia adalah ruang kebersamaan yang menyatukan masa lalu dan masa kini. Melalui festival ini, generasi muda dapat mengenal akar budaya, sementara dunia dapat menyaksikan kekayaan adat yang dimiliki oleh Bengkulu. Festival Tabut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga merupakan refleksi nilai-nilai pengorbanan, kesetiaan, dan kebenaran, sekaligus upaya untuk menjaga dan mempromosikan warisan budaya leluhur kepada generasi penerus.
Saat ini, Festival Tabut telah berkembang menjadi ajang budaya berskala nasional bahkan internasional, yang menampilkan kirab budaya, pawai akbar Tabut, pertunjukan seni tradisional, lomba-lomba kreatif, bazar UMKM dan kuliner lokal, serta atraksi wisata religi dan sejarah. Selain itu, nilai budaya dan religius dari festival tahunan ini mencerminkan semangat persatuan dan solidaritas umat, kekuatan spiritual, dan kebanggaan budaya lokal.
Festival Tabut 2025 resmi dibuka dengan semangat kebersamaan dan harapan akan kemajuan Bengkulu. Dalam sambutannya, Gubernur Helmi Hasan menyampaikan berbagai pesan penting, termasuk apresiasi terhadap Presiden Prabowo Subianto yang telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) terkait percepatan pembangunan Pulau Enggano.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah mengeluarkan Inpres pembangunan Enggano. Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah pusat untuk Bengkulu,” ungkap Gubernur Helmi pada acara pembukaan Festival Tabut 2025, di Sport Center, Jumat malam (27/6).
Gubernur juga menyinggung semangat nasionalisme yang diusung melalui pembentukan Kabinet Merah Putih dan Koperasi Merah Putih, serta menyampaikan pesan dari Presiden bahwa “Bengkulu tidak akan pernah sejahtera tanpa persatuan dan kesatuan. Dulu, Indonesia belum ada, tetapi saat merah putih dijahit oleh putri Bengkulu, Nusantara bersatu dan lahirlah negara besar, NKRI. Jika kita ingin negeri ini maju dan rakyatnya bahagia, modalnya adalah persatuan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi Hasan juga mengumumkan beberapa program dari Pemprov Bengkulu, seperti pengangkatan seluruh anak yatim di Provinsi Bengkulu sebagai anak oleh gubernur, wali kota, maupun bupati. “Insya Allah, ini menjadi doa agar Bengkulu dijauhkan dari segala macam bala dan bencana,” tuturnya.
Gubernur juga memastikan bahwa rumah-rumah korban gempa sudah dan akan terus dibangun. Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan agar rumah-rumah tersebut dapat dibangun lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, Gubernur juga berkomitmen untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak, serta meningkatkan pelayanan dan infrastruktur rumah sakit. “Insya Allah, kita juga akan membagikan ambulans gratis untuk seluruh kecamatan di Bengkulu,” katanya disambut tepuk tangan dari warga yang hadir.
Lebih lanjut, Gubernur Helmi Hasan menekankan pentingnya sinergi dalam menyukseskan Festival Tabut. “Festival ini tidak boleh dilaksanakan sendirian. Harus ada kegiatan-kegiatan besar lainnya agar UMKM dapat meraih keuntungan dari banyaknya pengunjung yang hadir,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, menyatakan bahwa Festival Tabut kembali terpilih dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Tujuannya tentu untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bengkulu. Alhamdulillah, semua hotel penuh malam ini,” ungkap Murlin.
Festival Tabut 2025 akan diramaikan dengan berbagai kesenian tradisional, perlombaan, serta beragam kegiatan sosial, seperti zikir akbar, makan gratis di dapur umum, pelayanan BPJS, talkshow, podcast, pertunjukan musik, hingga senam massal. Rangkaian acara ini diharapkan tidak hanya meriah, tetapi juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, penguatan nilai budaya, dan peningkatan solidaritas masyarakat Bengkulu.