Skip to main content
x
RSKJ Soeprapto Bengkulu Perkuat Rehabilitasi dan Keterampilan Pasien

Tingkatkan Layanan, RSKJ Bengkulu Targetkan Jadi RS Umum Berbasis Kesehatan Jiwa

Bengkulu – Gubernur Bengkulu yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu, Senin (30/3).

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Yasman Syahrul, Direktur UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Herry Permana, serta Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Bengkulu Ricco Hanggara beserta jajaran lainnya. Dalam kunjungan tersebut, pihak rumah sakit memaparkan berbagai upaya pembenahan dan peningkatan layanan yang telah dilakukan guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat.

Upaya ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Bengkulu dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah, meskipun pada kunjungan sebelumnya Gubernur berhalangan hadir.

Manajemen RSKJ Soeprapto menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas yang telah direnovasi sejak tahun 2025 kini sudah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, kondisi pasien dan lingkungan pelayanan juga terus diperbaiki agar lebih nyaman dan layak. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah layanan perawatan kebersihan pasien.

Melalui program ini, pasien yang akan pulang maupun yang membutuhkan perawatan khusus akan dirawat layaknya di salon oleh tenaga perawat. “Pasien kita bersihkan, dicuci rambutnya, dirapikan seperti di salon. Namun yang melakukan adalah perawat kita sendiri,” ujar pihak rumah sakit.

RSKJ Soeprapto juga terus mengembangkan layanan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), meliputi terapi untuk anak dengan autisme, keterlambatan bicara, hingga keterlambatan berjalan. Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pasien, dari sekitar 70 orang pada tahun 2021 menjadi lebih dari 170 orang saat ini, bahkan dengan daftar tunggu.

“Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah karena kita sudah memiliki tenaga terapis yang kompeten,” tambahnya.

Selain itu, rumah sakit juga menyediakan layanan rehabilitasi bagi pasien penyalahgunaan narkoba yang pembiayaannya ditanggung oleh Kementerian Kesehatan. Ke depan, RSKJ Soeprapto ditargetkan bertransformasi menjadi rumah sakit umum dengan keunggulan layanan kesehatan jiwa. Saat ini, sejumlah poli layanan telah tersedia, seperti poli penyakit dalam, saraf, anak, fisioterapi, hingga THT.

Seluruh layanan tersebut dapat diakses masyarakat menggunakan BPJS, termasuk layanan untuk anak berkebutuhan khusus. Untuk mendukung peningkatan layanan, rumah sakit juga telah menghadirkan teknologi terbaru berupa alat Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) yang digunakan untuk penanganan pasien gangguan jiwa dan stroke.

“TMS ini masih sangat terbatas. Di Provinsi Bengkulu baru kita yang memiliki, bahkan di daerah lain juga belum banyak rumah sakit yang punya,” ungkapnya.

Dengan berbagai peningkatan tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan di RSKJ Soeprapto. “Silakan masyarakat berobat ke sini. Tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah, karena layanan kita sudah lengkap dan terus berkembang,” tutupnya.