Pasar Murah Ramadan Kabupaten Kaur Dibuka Bupati, Harga Bahan Pokok Lebih Murah 20 Persen
Kaur, Mediasinardunia.com - Dalam upaya menekan inflasi dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kaur menggelar pasar murah di bulan Ramadan. Kegiatan perdana ini dibuka langsung oleh Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P., dan berlangsung di halaman Kantor Camat Kaur Selatan pada Rabu (4/3/2026).
Kepala Bagian Ekonomi Setda Kaur, Erni Salbiah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pasar murah ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri. Harga bahan pokok yang tersedia lebih murah 20 persen dibandingkan dengan harga di pasaran.
"Pasar murah ini digelar untuk menekan inflasi sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di bulan Ramadan. Komoditas yang dijual di sini rata-rata 20 persen lebih murah dibandingkan harga di pasaran," ujarnya.
Adapun sejumlah bahan pokok yang dijual antara lain gula pasir seharga Rp14.000 per kilogram, terigu Segitiga Biru Rp9.000 per kilogram, tepung sagu kemasan Rp6.000 per kemasan, bawang merah setengah kilogram Rp18.000, susu Frisian Flag kaleng Rp10.000, telur ayam ras Rp45.000 per karpet, dan minyak goreng Simas 5500 dengan harga yang tidak disebutkan.
Sementara itu, Bupati Gusril Pausi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Ia berharap pasar murah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok di bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
"Kami berharap melalui pasar murah ini, masyarakat dapat terbantu dan kebutuhan pokok selama Ramadan dapat terpenuhi. Saya menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan pasar murah ini dengan harga yang lebih terjangkau," katanya.
Bupati juga memerintahkan panitia penyelenggara untuk terus berinovasi, terutama dalam penentuan lokasi kegiatan. Menurutnya, pasar murah tidak harus selalu dipusatkan di halaman kantor camat, melainkan dapat digelar di desa atau lapangan terbuka yang lebih mudah dijangkau, karena pemilihan lokasi sangat menentukan tingkat partisipasi warga. Beberapa kantor camat memiliki lokasi yang cukup jauh dari pemukiman masyarakat, sehingga panitia diharapkan memilih lokasi yang strategis dan mudah dijangkau.