Skip to main content
x
PT ESDMu Siapkan 1.000 Lapangan Kerja dan Ekosistem Ekonomi Baru di Tambang Emas Seluma.(SU/mediasinardunia.com)

PT ESDMu Siapkan 1.000 Lapangan Kerja dan Ekosistem Ekonomi Baru di Tambang Emas Seluma

SELUMA, Mediasinardunia.com – Rencana investasi tambang emas yang digarap PT Energi Swa Dinamika Muda (ESDMu) di Kabupaten Seluma resmi memasuki tahap pematangan program. Tidak sekadar mengejar hasil eksploitasi sumber daya alam, perusahaan ini menegaskan komitmennya untuk menghadirkan model pertambangan berkelanjutan yang menempatkan pembangunan manusia dan penguatan ekonomi lokal sebagai fokus utama.

Dalam rencana kerja sosial dan pendidikan yang disusun, PT ESDMu menargetkan terciptanya 1.000 lapangan kerja baru di kawasan tambang. Tenaga kerja lokal menjadi prioritas, khususnya generasi muda Bengkulu yang akan mendapatkan pelatihan teknis melalui kerja sama pendidikan vokasi dengan Universitas Bengkulu dan Universitas Sriwijaya.

Program ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan dari jenjang D1, D2, D3 hingga sarjana di bidang strategis seperti pertambangan, geologi, teknik mesin, teknik sipil, hingga metalurgi. Dengan begitu, masyarakat di sekitar wilayah operasi tidak hanya menjadi penonton, melainkan dapat berpartisipasi langsung dalam kegiatan industri pertambangan.

“Kami ingin tambang ini menjadi ruang belajar dan bekerja bagi generasi muda Bengkulu. Mereka tidak hanya menggali emas, tapi juga menggali masa depan,” ujar Herman, salah satu pemilik PT ESDMu.

Selain menyiapkan tenaga kerja terampil, perusahaan juga berupaya membangun ekosistem ekonomi baru yang melibatkan masyarakat sekitar secara aktif. Untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 1.000 karyawan tambang, PT ESDMu membuka peluang bagi petani dan peternak lokal untuk menjadi pemasok bahan pangan, mulai dari beras, sayuran, daging, ikan, hingga susu segar.

Tak berhenti di situ, perusahaan juga akan membentuk koperasi perempuan di wilayah lingkar tambang sebagai mitra penyedia makanan karyawan. Inisiatif ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi rumah tangga serta menciptakan lapangan usaha baru tanpa bergantung pada program CSR semata.

“Kami ingin menciptakan ekonomi yang tumbuh dari dapur rakyat, bukan dari sumbangan,” tegas Herman.

Pada kesempatan yang berbeda, Wakil Ketua II DPRD Seluma, Sugeng Zanrio SH, mendukung rencana investasi tambang. Sektor ini dinilai berpotensi besar meningkatkan PAD.

“Sektor tambang memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Dedi Rosadi dari Presidium Seluma menyoroti transparansi perusahaan.

Ia juga mengusulkan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertambangan. Tujuannya menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten.

PT ESDMu menyatakan komitmen membangun komunikasi intensif. Ini dilakukan dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Investasi tidak boleh berjalan tanpa perjanjian mengikat. Harus ada “agreement” resmi disahkan Pemda dan DPR untuk melindungi semua hak masyarakat.

Isu saham dari Provinsi Bengkulu ditegaskan tidak punya dasar hukum.

“Saham itu ternyata tidak ada dasar hukum yang kuat. Saya hanya berharap, investasi ini benar-benar membawa kebermanfaatan bagi masyarakat Seluma, khususnya desa-desa di Ulu Talo dan Ulu Alas,” tutupnya.

Hingga saat ini, pertambangan miliaran dolar ini terhambat. Perusahaan masih menunggu rekomendasi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan. (PPKH) dari Gubernur Bengkulu sebelum kegiatan eksplorasi resmi dapat dimulai.