Revitalisasi Sekolah 2025: Strategi Pemerintah Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Bengkulu Selatan
Manna, Mediasinardunia.com - Inisiatif Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia tertuang dalam program Revitalisasi Sekolah 2025, yang mulai dilaksanakan di beberapa sekolah, termasuk di Bengkulu Selatan.
Program ini berfokus pada perbaikan sarana dan prasarana sekolah, serta peningkatan kualitas pembelajaran di masing-masing sekolah. Anggaran yang cukup besar dialokasikan oleh Pemerintah Pusat untuk revitalisasi, termasuk penyediaan fasilitas seperti ruang kelas modern, perpustakaan, toilet, dan perangkat digital seperti smartboard. Tujuannya adalah untuk memperbaiki dan membangun fasilitas sekolah yang memadai serta menyediakan perangkat teknologi seperti laptop dan koneksi internet guna mendukung pembelajaran modern demi mencapai kesetaraan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia, baik dari segi materi pengajaran maupun tenaga pengajar. Program ini juga bertujuan untuk menjamin peserta didik dapat belajar dalam suasana yang kondusif.
Kegiatan revitalisasi ini menjadi bagian dari implementasi visi Presiden dalam pembangunan sumber daya manusia unggul, yang nantinya akan dilakukan secara swakelola oleh sekolah dengan melibatkan masyarakat setempat. Diharapkan, program ini mampu mencetak lulusan yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan industri, mengembangkan karakter siswa yang kritis dan multidisiplin, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitar sekolah.
Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan revitalisasi sekolah ini bertujuan untuk terus-menerus melakukan perbaikan dalam proses belajar mengajar, dan harus menjadi perhatian semua pihak agar generasi yang keluar dari sekolah dapat menjadi lebih berkualitas. "Dengan pembangunan ini, ada poin penting yang perlu kita ketahui. Jangan sampai nantinya pembangunan ini justru menimbulkan persoalan di kemudian hari. Lakukan survei terlebih dahulu tentang kebutuhan apa saja yang harus diperhatikan dalam pembangunan, agar kita mendapatkan kualitas barang yang bagus," ujar Rifai di SMPN 2, Senin (11/08).
Fasilitas sarana dan prasarana sekolah sangat penting untuk dilakukan, terlebih lagi di era pembelajaran yang sudah menggunakan teknologi informasi. Fasilitas yang baik mendukung proses belajar mengajar, termasuk pembangunan gedung laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMPN 2. Dengan harapan, generasi mendatang bisa bersaing dan memiliki kualitas unggul.
Dengan fasilitas yang lengkap, dipastikan akan dapat mencetak generasi yang berkualitas. Saat ini, SMPN 2 telah menunjukkan prestasi yang gemilang, dan dengan dukungan semua fasilitas, pencapaian itu diharapkan dapat meningkat lebih jauh.
Awalnya, hanya ada dua sekolah yang mendapatkan program revitalisasi, tetapi Bengkulu Selatan kini mendapatkan perhatian khusus dengan delapan sekolah yang telah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan revitalisasi sekolah telah diatur dalam regulasi terkait Instruksi Presiden (Inpres) nomor 7 tahun 2025, yang berisi tentang revitalisasi gedung sekolah.
"Dari sembilan sekolah yang mendapatkan progran revitalisasi dan telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS), terdapat dua TK, tiga SD, dan dua SMP. Untuk tingkat SMP, saat ini sudah dilakukan proses titik nol pembangunan," ujar Lusi.
Tahun 2025 ini merupakan tahun awal untuk menggunakan pendekatan baru dalam melaksanakan pembangunan, sesuai dengan Perpres yang ada. Dalam Inpres tersebut, Pemerintah Daerah harus benar-benar berkolaborasi dengan masyarakat.
"Dari kolaborasi dengan masyarakat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan berupaya ikut berkontribusi positif terhadap geliat ekonomi. Kami telah melakukan konsultasi perencanaan dan melibatkan sumber daya masyarakat Bengkulu Selatan, agar nantinya ada efek positif terkait perekonomian di daerah ini melalui pembangunan revitalisasi," papar Lusi.
Kepala Sekolah SMPN 2 Bengkulu Selatan, Nur Ainun, M.Pd., menambahkan bahwa revitalisasi ini akan mencakup perbaikan ruang belajar, ruang administrasi, ruang UKS, serta pembangunan gedung baru untuk laboratorium komputer dan sanitasi, dengan spesifikasi sesuai anjuran Pemerintah yang mengutamakan disabilitas.
"Dengan fasilitas yang lengkap ini, kami berharap peserta didik dapat lebih fokus dalam belajar. Selain itu, di bidang IT, kami berharap peserta didik akan lebih maju dan mampu bersaing, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional, bahkan Internasional," pungkas Ainun.